KIAS-KELANA.
ALL RIGHTS RESERVED.

Select all images with

Kasih

Click verify once there are none left.

Learn more about

lirasmara

Click close when you're done reading.

KINASIH SASONGKO or KASIH dob 19/11/00 ☼ scorpio, indonesian, paranormal activity
traditional dancer & chef.

πŸ‘€ (Online Now) . . .

LIKES matcha, coffee, something sweet.

DISLIKES sunny days, shrimp (she is allergic to it).

TW/CW: tidak untuk minor, kata-kata kasar, konten dewasa, seksual (antar-puan atau tidak) bermulut manis-manipulatif, horror, semi-kriminal.

Learn more about

lirasmara

Click close when you're done reading.

KINASIH SASONGKO or KASIH dob 19/11/00 ☼ scorpio, indonesian, paranormal activity
traditional dancer & chef.

πŸ‘€ (Online Now) . . .

LIKES matcha, coffee, something sweet.

DISLIKES sunny days, shrimp (she is allergic to it).

𝘌𝘭𝘰𝘬. π˜‘π˜¦π˜­π˜ͺ𝘡𝘒. π˜™π˜Άπ˜±π˜’π˜Έπ˜’π˜―.Tak habis-habis puja lingkupi namamu, Kasih. Disemai harap, bahagia, dan nestapa. Tak ada yang menyangka bila sepanjang lahirmu didasari oleh kutuk. Pendosa tersemat di atas nama-nama kedua orangtuamu, pusara mereka menghitam laiknya awan di sore itu. Alih-alih doa, bisik-bisik sial meruah-ruah di sekujur udara sendu.Pada siapa kau akan memaki? Dosa-dosa mereka terpaksa harus kau telan sendiri, kau, membawa mereka di bahu-bahu ringkihmu saat kau mengenyam umur tujuh. Lamun di tengah duka dan lara yang mencekam, tak setitikpun air mata luruh. Sebab, di dalam relungmu telah tertanam dendam serta janji: π‘ π‘’π‘šπ‘π‘Žπ˜© π‘‘π‘–π‘π‘Žπ‘™π‘Žπ‘  π‘ π‘’π‘šπ‘π‘Žπ˜©, π‘šπ‘Žπ‘‘π‘– π‘‘π‘–π‘π‘Žπ‘™π‘Žπ‘  π‘šπ‘Žπ‘‘π‘–.ELEGI-ELEGI SENJA.Di luar riuh sekali. Semua tempat selalu punya tawa dan warna. Tapi kenapaβ€”langit tempatku memijak selalu dipayungi duka? Lara... tidakkah kau punya tuju lain selain rumahku?Sudah berapa lama ya, aku tinggal di rumah Tante dan Om? Sepuluh? Lima belas? Mereka selalu bersikap baik, selalu bersikap ramah, mereka memaksaku memanggil dan menyebut mereka Ayah dan Ibu. Begitu pula dengan kedua anak mereka, kusebut mereka sebagai β€˜Kakak’. Jangan salah, sesungguhnya aku memang seorang perempuan. Mudah sekali merayu diriku dengan kasih. Aku tergiur. Hingga sempat satu kali kulupa asal-usulku sebagai seorang anak pendosa.β€œKasih itu nggak tertarik sama harta orangtuanya! Sekalipun dia tau kita yang bunuh mereka itu!”Laun, sebusuk apapun bangkaiβ€”bila ditutupi pasti akan menyeruak. Tak sengaja kudengar Tante dan Om menyuarakan sebuah rahasia yang rapat mereka tutupi selama ini. Dilanda gusar, menganggap bahwa hidupku merupakan hasil ketidaksengajaan.β€œHus! Hati-hati kamu, Mas. Dia keturunan dukun.”
β€œDukun itu cuma mitos! Di zaman sekarang mana ada? Buktinya mereka mati.”
β€œTapi Kasih nggak mati.”
AKU TERBANGUN LAGI. Mimpi itu terjadi secara berulang, dengan aroma dan suasana yang pernah kualami. Tubuhku remuk. Beberapa kali aku pergi ke psikolog, tak ada hasil apapun. Mereka bilang itu hanya trauma masa kecil. Aku mencoba percaya, meneguk semua obat-obatanβ€”berharap mereka bisa mengikis segala bayang.Tapi semua teka-teki terjawab sore itu. Saat Tante menyuruhku memindahkan beberapa barang di gudang, aku menemukan semua benda peninggalan kedua orangtuaku. Di sanalah aku melihatnya; sebuah buku tua bertuliskan aksara jawa, mantra-mantra dan sejarah, sampai garis kehidupan yang membawaku pada sebuah simpul. Bila, masa lalu seseorang bisa dilihat kembali melalui sebuah medium.